Akibat Merokok Bagi Wanita

kita akan coba mengulas kebiasaan merokok terutama untuk kau hawa. Kita semua tahu, merokok bisa meningkatkan risiko seseorang meninggal lebih awal. Sekarang sebuah penelitian di Inggris terbaru dari 1 juta perempuan yang bersedia disurvey didapatkan mereka yang berhenti merokok pada usia 30 hampir dapat sepenuhnya menghilangkan peningkatan risiko kematian dini dibandingkan dengan tidak pernah perokok (perokok pasif).

Pada sebuah studi terbesar yang pernah dilaksanakan pada kebiasaan merokok di kalangan perempuan di Inggris, ditulis oleh para peneliti di University of Oxford dengan melibatkan jutaan kontributor wanita, yang diterbitkan pada tanggal 27 Oktober di The Lancet dengan tema Resiko merokok dan manfaat berhenti merokok (lanjutan dari penelitian sebelumnya)

Hasil yang paling penting dari studi baru ini adalah ternyata risiko yang ditimbulkan oleh merokok lebih besar dari hasil penelitian sebelumnya dan berhenti merokok memiliki ternyata juga menimbulkan efek lebih besar pula daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Para peneliti menemukan bahwa perokok perempuan di Inggris meninggal sekitar 10 tahun lebih awal daripada rata-rata tidak pernah perokok. Tapi dengan menghentikan kebiasaan merokok sebelum usia 40, ternyata mampu mengurangi resiko itu sebanyak sampai dengan 90%. Pengertiannya adalah,jika anda seorang wanita perokok maka anda akan meninggal 10 tahun lebih cepat daripada perempuan yang tidak merorok. Tapi jika anda menghentikan keniasaan merokok anda sebelum umur 40 tahun, maka anda akan memperingan resiko tersebut menjadi 1 tahun meninggal lebih cepat daripada orang yag tidak merokok. Ini diluar konteks yang namanya TAKDIR, karena saat ini kita berbicara tentang Sains

Kemudian, dari analisa mereka menunjukkan bahwa sebagian besar perbedaan antara perokok dan non-perokok, sejauh penyebab kematian yang bersangkutan, adalah yang berhubungan dengan merokok.

Rokok di asbak
Wanita yang berhenti merokok pada usia 30 hampir sepenuhnya menghilangkan peningkatan risiko kematian dini.
Hal ini menunjukkan bahwa dua pertiga dari perokok dalam studi yang meninggal pada usia 50-an, 60-an, dan 70-an, melakukannya sebagai akibat dari merokok yang berhubungan dengan penyakit seperti kanker paru-paru, penyakit paru-paru kronis, penyakit jantung dan stroke.

Tapi wanita yang berhenti merokok pada usia 30 dapat menghindari sekitar 97% dari risiko yang berhubungan dengan kematian dini akibat merokok.

Dirilisnya penelitian ini bertepatan dengan peringatan seratus tahun kelahiran Sir Richard Doll, ahli epidemiologi dan seorang pionir yang meneliti hubungan merokok dengan kanker paru-paru. Dia meninggal pada tahun 2005 dengan usia 92 tahun, dan pernah menjabat sebagai Regius Professor of Medicine di Universitas Oxford 1969-1979.

Banyak peneliti yang terlibat dalam penelitian terbaru ini bekerjasama dengan Doll dan terus membangun pada metode yang dikembangkan dalam menggunakan studi epidemiologis besar dan percobaan acak dalam penelitian medis.

Profesor Sir Richard Peto dari University of Oxford, merupakan salah satu penulis utama studi tersebut. Dia bekerja dengan Doll selama 30 tahun dan mengatakan dalam sebuah pernyataan pers bahwa pekerjaan Doll telah membantu jutaan orang di seluruh dunia lolos kematian dini.

Peto juga menjelaskan mengapa kita harus menunggu sampai sekarang untuk menemukan fakta terbaru:

“Baik di Inggris dan di Amerika Serikat, perempuan kelahiran sekitar tahun 1940 adalah generasi pertama di mana banyak merokok jumlah besar rokok sepanjang hidup orang dewasa.”

“Oleh karena itu, hanya dalam abad ini bisa kita amati secara langsung efek penuh dari merokok yang berkepanjangan, dan pengurangan kematian dini akibat merokok di kalangan perempuan,” tambahnya, selain itu dia juga menuturkan bahwa ini tidak hanya berlaku pada wanita, pria juga bisa mengalami hal yang sama. “perokok yang berhenti sebelum mencapai usia pertengahan rata-rata akan mendapatkan sekitar satu sampai sepuluh tahun tambahan hidup “.

The Million Women Study

The Million Women Study merekrut 1,3 juta wanita di Inggris berusia 50 sampai 65 selama periode 1996 hingga 2001. Pada awal studi prospektif, mereka menyelesaikan survei rinci status merokok mereka, gaya hidup, kondisi medis dan faktor sosial, dan kemudian lagi tiga tahun kemudian.

Dari para partisipan ini, 20% dari partisipan adalah perokok saat ini, 28% adalah mantan perokok, dan 52% tidak pernah merokok.

Kemudian untuk rata-rata 12 tahun setelah pendaftaran, para peneliti menggunakan catatan NHS untuk mengetahui peserta meninggal dan penyebab kematiannya.

Ketika mereka menganalisis hasil, mereka menemukan para wanita yang masih merokok ketika disurvei 3 tahun setelah pendaftaran, hampir tiga kali lebih mungkin meninggal selama 9 tahun berikutnya dibandingkan non-perokok.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa risiko kematian meningkat tajam dengan jumlah rokok yang dihisap, dan bahkan perokok ringan (yang memiliki antara 1 dan 9 batang per hari) memiliki dua kali lipat risiko kematian dalam 9 tahun berikutnya dibandingkan non-perokok.

Dana untuk penelitian The Million Women Study ini berasal dari Cancer Research UK, Medical Research Council, dan Organisasi Kesehatan dan Keselamatan Eksekutif.

Nah, bagi teman-teman yang tidak merokok sebaiknya jangan pernah coba-coba untuk merokok. Dan yang udah terlanjur merokok, segera hentikan kebiasaan anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s